Hari Lanjut Usia Nasional : Momentum Meningkatkan Kesadaran Gizi Seimbang Bagi Usia Lanjut
Hari Lanjut Usia Nasional : Momentum
Meningkatkan Kesadaran Gizi Seimbang Bagi Usia Lanjut
29
Mei 2025
Anisa Ferina Maharani dan Tata Pria Ananta
Sumber gambar : ayosehat.kemkes.go.id
Lansia merupakan kelompok berusia
lebih dari 60 tahun yang akan memasuki tahap akhir kehidupan. Kelompok yang
tergolong lebih tua akan mengalami proses yang dikenal dengan aging atau proses menua. Bertambahnya
usia secara alami menurunkan fungsi fisiologis dan psikologis lansia, sehingga
rentan dengan berbagai penyakit degeneratif. Mereka juga merupakan kelompok rentan yang sering menghadapi masalah
gizi dan penurunan kualitas hidup. Minimnya edukasi tentang gizi seimbang dan
kurangnya intervensi kesehatan yang tepat menjadi tantangan utama dalam upaya
meningkatkan kesejahteraan lansia. Dengan adanya usia ini, kita perlu
meningkatkan kesadaran tentang pentingnya gizi seimbang bagi usia lanjut.
sumber
:kms.kemkes.go.id
Gizi
seimbang adalah susunan makanan harian yang mengandung zat gizi dalam jumlah
dan jenis sesuai dengan kebutuhan tubuh seseorang. Selain itu, konsep ini juga
memperhatikan prinsip variasi makanan, aktivitas fisik, kebersihan makanan,
serta berat badan yang ideal atau status gizi yang baik bagi lansia. Lansia
yang tinggal sendiri atau ditinggalkan oleh kerabat tanpa mendapatkan dukungan
teman atau keluarga mempengaruhi perubahan kondisi gizinya,Adanya peran keluarga sendiri dalam merawat
lansia antara lain menjaga kesehatan lansia, memenuhi nutrisi lansia, pola
istirahat lansia, memberikan motivasi,serta menjaga dan meningkatkan status
mental lansia. oleh karena itu dukungan dan peran
keluarga sangat penting bagi lansia
Pemberian gizi seimbang pada lansia harus
sesuai dengan kondisi tubuhnya, mulai dari pemilihan zat gizi, pengolahan
makanan, hingga pengaturan pola makan. Komposisi makanan yang dianjurkan untuk
lansia adalah yang sesuai dengan Pedoman Tumpeng Gizi Seimbang. Sebelum
menentukan menu yang tepat untuk lansia, berikut adalah tips atau hal-hal yang
harus diperhatikan:
1. Berikan makanan bergizi sesuai pedoman “Isi
Piringku”, Agar lansia mendapatkan kualitas hidup yang sehat, pastikan
hanya mengkonsumsi makanan dengan komposisi gizi yang lengkap.
2. Pilih olahan makanan yang mudah ditelan,
Bagi lansia yang kesulitan mengunyah dan menelan makanan, berikan olahan
makanan bertekstur lembut, sudah dipotong kecil-kecil, atau cincang
3. Terapkan pola makan yang teratur,
Pastikan pola makan lansia teratur agar kesehatan lansia tetap terjaga.
Tetapkan tiga kali jadwal makan besar setiap hari, mulai pagi,siang, dan malam.
Upayakan agar tidak melewatkan jam makan ini untuk menurunkan risiko
malnutrisi.
4. Hindari makanan yang dapat menimbulkan
masalah pencernaan, Lansia sering mengalami masalah pada sistem pencernaan,
seperti sembelit atau maag. Oleh karena itu, hindarilah makanan yang dapat
menyebabkan kondisi tersebut semakin parah, seperti makanan atau minuman yang
asam dan pedas serta minuman bersoda.
5. Pilih lemak yang sehat, Hindari makanan
tinggi kolesterol dan lemak jenuh, seperti daging sapi, jerohan atau mentega.
Meskipun lemak penting bagi tubuh lansia sebagai simpanan energinya, pilihkan
makanan yang mengandung lemak sehat, seperti kacang-kacangan dan alpukat.
6. Batasi makanan mengandung gula, Gula
yang berlebih dalam tubuh bisa meningkatkan kadar gula darah, sehingga bisa
meningkatkan risiko diabetes.
7. Kurangi asupan garam, Bukan hanya
mengatur konsumsi gula, tetapi juga garam. Tingginya kadar garam dalam tubuh
Anda dapat meningkatkan risiko hipertensi.

Sumber gambar : www.rso.go.id
Asupan zat gizi seimbang juga
diperlukan untuk mengoptimalkan sistem kekebalan tubuh pada lansia sehingga
tetap membutuhkan asupan gizi makro dan mikro yang lengkap dan seimbang. Adapun
syarat-syarat untuk menu gizi seimbang pada usia lanjut usia yaitu :
●
Menu hendaknya mengandung zat gizi
dari beraneka ragam bahan makanan yang terdiri dari zat tenaga, zat pembangun
dan zat pengatur.
●
Jumlah kalori yang baik untuk
dikonsumsi oleh usia lanjut adalah 50% Dari karbohidrat yang berasal dari
karbohidrat kompleks.Jumlah lemak dalam makanan dibatasi, yang 25-30% dari
total kalori.
●
Jumlah protein yang dikonsumsi
sebaiknya 8-10% dari total kalori.
●
Makanan sebaiknya mengandung serat
dalam jumlah besar yang bersumber pada buah, sayur dan beraneka pati, yang
dikonsumsi dengan jumlah yang bertahap.
●
Menggunakan bahan makanan yang
tinggi kalsium, seperti susu non fat, yoghurt, ikan.
●
Makanan mengandung zat besi (seperti
kacang-kacangan, hati, daging, dan bayam atau sayuran hijau.)
Zat
gizi yang cukup dan seimbang sangat penting bagi lansia untuk menjaga kekebalan
dan daya tahan tubuh. Tips memperhatikan gizi dan menu seimbang, serta
pemeriksaan kesehatan rutin, dapat mengurangi risiko malnutrisi dan penyakit
tidak menular. Konsultasi dengan ahli gizi di puskesmas, rumah sakit, atau
klinik gizi membantu lansia mendapatkan asupan yang sesuai kebutuhan.
Intervensi ini terbukti efektif meningkatkan status gizi lansia. Mari jadikan
Hari Lanjut Usia Nasional 2025 sebagai momen untuk lebih peduli pada kecukupan
gizi lansia, demi kesehatan dan kualitas hidup yang lebih baik.
Daftar Pustaka
Akmillah Ilham.,(2024).Tumbuh Kembang : Kajian Teori dan
Pembelajaran PAUD Jurnal PG-PAUD FKIP Universitas Sriwijaya.Program Studi
PG-PAUD, Universitas Sriwijaya.Volume 11 Nomor 1 (2024) Halaman 30-42
Hertanto Wahyu Subagio dkk,. (2023).Pemantauan Status Gizi
Pada Lansia.Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kiki Novianty dkk,.Pengetahuan Terhadap Gizi Pada
Lansia.JURNAL Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatam VOL. 1 NO. 2, JUNI 2022
DOI: 10.34305/JPPK.V1I02.42
Rosmin Mariati Tingginehe dkk.,(2024).Edukasi Gizi Seimbang,
Penilaian Status Gizi dan Kualitas Hidup
Lansia. Jurnal PADE: Pengabmas dan Edukasi, Oktober 2024 (6)2: 80-87
Wilda Yunieswati dkk,.(2023).Edukasi Gizi Seimbang Lansia
dan Pemeriksaan Kesehatan pada Lansia Komunitas Olahraga Woodball.Jurnal Ilmiah
Pengabdian kepada Masyarakat Volume 8, Issue 1, Pages 96–102 January 2023
e-ISSN: 2654-4385 p-ISSN: 2