Hari Pangan sedunia : Membangun Generasi Sehat dari Pangan yang Berkelanjutan
Dinda
Pramesti dan Raihana Fadhilah
16
Oktober 2025
Sumber
gambar : ayosehat.kemenkes
Hari Pangan Sedunia (World Food Day)
adalah peringatan internasional yang didedikasikan untuk meningkatkan kesadaran
tentang isu-isu pangan, kelaparan, malnutrisi, keamanan pangan, dan sistem
pangan yang berkelanjutan. Peringatan ini menekankan bahwa setiap orang, di
mana pun dan kapan pun harus memiliki akses fisik, sosial, dan ekonomi terhadap
pangan yang cukup, aman, bergizi, serta terjangkau. Konsep ini sangat berkaitan
dengan gagasan ketahanan pangan (food security), yang dalam literatur
didefinisikan sebagai kondisi ketika “semua orang, setiap saat, memiliki akses
fisik, sosial, dan ekonomi ke cukup pangan yang aman dan bergizi untuk memenuhi
kebutuhan hidup aktif dan sehat.”
Menurut Boliko (2019) dalam Journal
of Nutritional Science and Vitaminology, Hari Pangan Sedunia berfungsi sebagai
instrumen global untuk mengingatkan bahwa lebih dari 820 juta orang di dunia
masih mengalami kelaparan kronis, sementara di sisi lain terdapat persoalan
obesitas dan diet tidak sehat yang meningkat di negara maju maupun berkembang.
Hal ini menunjukkan bahwa masalah pangan bukan hanya soal ketersediaan, tetapi
juga distribusi, akses, dan pemanfaatan pangan. Dengan demikian, Hari Pangan
Sedunia bukan sekadar seremonial, tetapi juga wadah refleksi global untuk
memperkuat komitmen pada transformasi sistem pangan menuju ketahanan pangan
yang berkelanjutan.
Hari Pangan Sedunia dicetuskan dan
diselenggarakan oleh FAO (Food and Agriculture Organization of the United
Nations), sebuah badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dibentuk pada
1945 dengan mandat mengoordinasikan upaya global di bidang pangan dan
pertanian. FAO menginisiasi peringatan ini untuk memperkuat solidaritas
internasional, terutama dalam membantu negara berkembang menghadapi masalah
kelaparan dan gizi. Menurut Patwardhan (2021) dalam Nutrition, Food and Global
Health, FAO berperan penting sebagai katalis kerja sama antarnegara, mendorong
transfer teknologi, serta memfasilitasi inovasi dalam produksi dan distribusi
pangan. Hingga kini, lebih dari 150 negara berpartisipasi setiap tahunnya dalam
memperingati Hari Pangan Sedunia melalui berbagai kegiatan seperti konferensi,
kampanye publik, penyuluhan gizi, hingga aksi nyata mengurangi pemborosan
pangan. Hal ini membuktikan bahwa FAO bukan hanya pencetus, tetapi juga motor
penggerak dalam mengorkestrasi kolaborasi global lintas pemerintah, komunitas,
dan sektor swasta.
Hari Pangan Sedunia mulai
diperingati pada tahun 1981, setelah disepakati oleh 147 negara anggota FAO
pada Konferensi Umum FAO tahun 1979 di Roma. Sejak saat itu, tanggal 16 Oktober
dipilih sebagai peringatan resmi karena bertepatan dengan hari lahir FAO pada
tahun 1945. Craft III (2015) dalam artikelnya World Food Day: Taking a Bite Out
of Hunger at Home and Abroad menegaskan bahwa sejak 1981, setiap tahun FAO
selalu mengusung tema yang berbeda untuk menyesuaikan dengan tantangan pangan
global saat itu, mulai dari isu kelaparan, perubahan iklim, pola diet sehat,
hingga pembangunan berkelanjutan. Penetapan tanggal ini bersifat simbolis
sekaligus historis, karena mengaitkan peringatan dengan akar lahirnya lembaga
internasional yang selama puluhan tahun menjadi garda terdepan dalam advokasi
pangan dunia. Oleh karena itu, Hari Pangan Sedunia bukan hanya momen tahunan,
melainkan bagian dari perjalanan panjang upaya global dalam menciptakan sistem
pangan yang lebih adil dan tahan terhadap tantangan zaman.
Hari Pangan Sedunia juga menjadi
refleksi tentang bagaimana pola pangan global memengaruhi kesehatan manusia dan
keberlanjutan lingkungan. Di tengah perubahan iklim, urbanisasi, dan
meningkatnya konsumsi pangan olahan, dunia dihadapkan pada tantangan untuk
menyeimbangkan antara produksi pangan yang cukup, pola konsumsi sehat, dan kelestarian
sumber daya alam. Peringatan ini mengajak semua pihak untuk memperkuat sistem
pangan yang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga menjaga bumi
tetap lestari bagi generasi berikutnya.
Sebagai generasi muda, momentum Hari
Pangan Sedunia menjadi pengingat penting bahwa membangun masa depan yang sehat
berawal dari pangan yang berkelanjutan. Konsumsi pangan lokal, bijak dalam
memilih bahan makanan, serta mengurangi pemborosan pangan adalah langkah
sederhana yang dapat berkontribusi besar bagi bumi dan kesehatan generasi
mendatang. Melalui kesadaran bersama, setiap individu dapat menjadi bagian dari
gerakan global untuk menciptakan sistem pangan yang lebih tangguh, adil, dan
menyehatkan bagi semua.
DAFTAR
PUSTAKA
Craft III,
J. A. (2015). World Food Day: Taking a Bite Out of Hunger at Home and Abroad.
Missouri Medicine, 112(4), 267-270.
FAO (Food
and Agriculture Organization of the United Nations). 2025. World Food Day
official page and annual messages. https://www.fao.org/world-food-day/en
Food and
Agriculture Organization of the United Nations. (2024). The state of food security and nutrition in the world 2024.
Nature Food.
(2023). Food systems countdown to 2030:
Evaluating global food transformation progress. Nature Food, 4(8), 645–652.
Patwardhan,
B. (2021). Nutrition, food and global health. Nutrition, Food and Global
Health, October-December 2021.