Kenali Gejalanya, Kendalikan Gula Darahnya: Langkah Kecil untuk Cegah Diabetes
Oleh: Dinda Pramesti dan Javania Setia Yokhanan
14 November 2025
Sumber gambar: keslan.kemenkes.go.id
Diabetes Melitus
merupakan gangguan metabolisme yang disebabkan oleh ketidakefektifan tubuh
menggunakan hormon insulin yang diproduksi sehingga mengakibatkan kadar gula
darah meningkat diatas normal (hiperglikemia). Hiperglikemia kronis pada
penderita DM apabila tidak terkontrol atau tidak diterapi dengan baik akan
terus merusak sel–sel organ tubuh sehingga nantinya menyebabkan kerusakan jangka
panjang dan gangguan fungsi beberapa organ tubuh seperti pada mata, pembuluh
darah, saraf, penyakit jantung dan gagal ginjal.
Untuk
mengetahui apakah seseorang memiliki risiko diabetes, pemeriksaan kadar gula
darah sangat penting dilakukan. Secara umum, kadar gula darah puasa yang normal
berada di bawah 100 mg/dL. Jika hasilnya antara 100 hingga 125 mg/dL, kondisi
tersebut disebut prediabetes, yang artinya kadar gula sudah mulai meningkat
tetapi belum mencapai batas diabetes. Seseorang dinyatakan mengalami diabetes
apabila hasil pemeriksaan menunjukkan kadar gula darah puasa 126 mg/dL atau
lebih, atau kadar gula darah dua jam setelah makan mencapai 200 mg/dL atau
lebih. Tes HbA1C, yang menggambarkan rata-rata kadar gula darah dalam tiga
bulan terakhir, juga menjadi acuan penting: hasil 6,5% atau lebih menandakan
diabetes.
Masalahnya,
banyak orang tidak menyadari bahwa kadar gula darah mereka sudah tinggi. Gejala
awal diabetes sering kali terasa ringan dan dianggap sepele. Beberapa tanda
yang patut diwaspadai antara lain sering merasa haus, sering buang air kecil,
cepat lapar, penurunan berat badan tanpa sebab, kelelahan, serta penglihatan
yang mulai kabur. Luka yang sulit sembuh atau seringnya muncul infeksi kulit
juga dapat menjadi sinyal bahwa kadar gula darah tidak terkontrol. Pada
beberapa orang, muncul rasa kesemutan atau mati rasa di tangan dan kaki akibat
gangguan saraf. Mengenali gejala-gejala ini menjadi langkah penting untuk
mencegah kondisi bertambah parah.
Mencegah
diabetes sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Perubahan kecil dalam gaya
hidup bisa memberikan dampak besar bagi kesehatan. Menjaga berat badan tetap
ideal adalah salah satu kunci utama. Penelitian menunjukkan bahwa menurunkan
berat badan sekitar lima hingga tujuh persen dari berat awal dapat menurunkan
risiko diabetes tipe dua secara signifikan. Aktivitas fisik teratur juga sangat
membantu meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin. Cukup dengan
berjalan kaki selama tiga puluh menit setiap hari, tubuh sudah bekerja lebih efisien
dalam mengatur kadar gula darah.
Sumber
gambar: keslan.kemenkes.go.id
Pola
makan sehat juga berperan besar. Mengonsumsi lebih banyak sayuran, buah-buahan,
serta biji-bijian utuh, sambil mengurangi makanan olahan, lemak jenuh, dan
minuman manis, akan membantu menjaga keseimbangan gula darah. Selain itu,
berhenti merokok dan membatasi konsumsi alkohol dapat menurunkan risiko
komplikasi yang berkaitan dengan diabetes, seperti penyakit jantung atau
gangguan pembuluh darah. Tak kalah penting, kelola stres dengan baik dan
pastikan waktu tidur cukup, karena stres dan kurang tidur dapat mempengaruhi
kadar gula darah melalui perubahan hormon tubuh.
Langkah
paling sederhana namun sering diabaikan adalah melakukan pemeriksaan gula darah
secara rutin. Deteksi dini memungkinkan seseorang mengambil tindakan lebih
cepat sebelum komplikasi terjadi. Bagi mereka yang memiliki faktor risiko
seperti kelebihan berat badan, riwayat keluarga diabetes, atau tekanan darah
tinggi, pemeriksaan rutin sebaiknya dilakukan lebih sering.
Peringatan
Hari Diabetes bukan sekadar ajakan untuk peduli terhadap penyakit ini, tetapi
juga momentum untuk mengubah kebiasaan sehari-hari menjadi lebih sehat. Dengan
mengenali gejala, memeriksa gula darah secara berkala, dan melakukan
langkah-langkah kecil untuk hidup lebih aktif dan seimbang, kita sedang
melindungi diri serta keluarga dari ancaman diabetes dan komplikasinya. Karena
mencegah selalu lebih baik dan lebih mudah daripada mengobati.
Daftar
Pustaka
American Diabetes Association. (2024). Diabetes diagnosis
& tests. Retrieved October 29, 2025, from http://diabetes.org/about-diabetes/diagnosis
Centers for Disease Control and Prevention. (2024, May 15). Preventing
type 2 diabetes. Retrieved October 29, 2025, from https://www.cdc.gov/diabetes/prevention-type-2/index.html
Mayo Clinic. (2025, April 30). Type 2 diabetes –
Diagnosis & treatment. Retrieved October 29, 2025, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/type-2-diabetes/diagnosis-treatment/drc-2035119
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney
Diseases. (2023, December). What is diabetes? U.S. Department of Health
and Human Services. Retrieved October 29, 2025, from https://www.niddk.nih.gov/health-information/diabetes/overview/what-is-diabetes
Umayya, L. I., &
Wardani, I. S. (2023). Hubungan antara diabetes melitus dengan glaukoma. Jurnal
Medika Hutama, 4(02 Januari), 3280-3291.
World Health Organization. Diabetes – Fact sheet. 14 November
2024. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diabetes