Laboratorium Baru untuk Program Studi Gizi: Langkah Strategis Meningkatkan Mutu Pembelajaran dan Penelitian
Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) menggelar
tasyakuran Laboratorium Program Studi Gizi, yang akan segara secara resmikan
oleh Bapak Rektor UNESA Prof. Nurhasan, M.Kes atau biasa dipanggil dengan Cak
Hasan dan didampingi oleh Dekan FIKK Dr. Irmantara Subagio, M.Kes. acara
tasyakuran tersebut telah dilakukan pada Jumat, 16 Mei 2025, dan dihadiri oleh
jajaran pimpinan fakultas, antara lain Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, Kepala
Kantor, dosen selingkung FIKK, dan mahasiswa sebagai bentuk rasa syukur atas
dimulainya operasional laboratorium baru.
Dr. Irmantara Subagio, M.Kes., menyampaikan bahwa hadirnya
laboratorium Gizi merupakan bentuk dukungan maksimal dari Rektor Unesa serta
respons terhadap urgensi peningkatan layanan gizi berbasis bukti ilmiah.
Peresmian ini menjadi langkah strategis Prodi Gizi dalam menjawab kebutuhan
nasional terhadap pengembangan ilmu gizi yang terintegrasi dengan pendekatan
olahraga dan kesehatan masyarakat. "Kami percaya bahwa kesehatan dimulai
dari pengetahuan dan praktik gizi yang tepat. Melalui program ini, FIKK ingin
menjadi pionir dalam membentuk profesional gizi yang tidak hanya unggul secara
akademik, tetapi juga peka terhadap dinamika sosial dan kebutuhan
masyarakat," ungkap Dr. Irmantara Subagio, M.Kes.
Laboratorium Gizi UNESA terdiri atas Laboratorium Kuliner
dan Dietetik, Laboratorium Analisa Zat Gizi dan Mikrobiologi, serta
Laboratorium Pendidikan Gizi. Selain itu, Laboratorium Penilaian Status Gizi
tengah dipersiapkan untuk dibangun pada semester mendatang. Seluruh
laboratorium ini tersebar di beberapa lantai, dengan fungsi dan fasilitas
masing-masing. “Alhamdulillah kita memiliki alat yang cukup baru dan cukup
modern untuk masing-masing lab, terutama di lab analisa zat gizi dan
mikrobiologi serta di lab penilaian status gizi. Kalau di lab kuliner dietetik
kita rancang semirip mungkin dengan standar yang ada dirumah sakit,” tutur Bu
Raisya selaku Kepala Laboratorium Gizi.
Beberapa laboratorium bahkan telah digunakan sebelum acara
peresmian berlangsung. Laboratorium Pendidikan Gizi telah digunakan sejak
semester lalu untuk mata kuliah yang berkaitan dengan masyarakat. Laboratorium
Analisa Zat Gizi dan Mikrobiologi mulai digunakan semester ini untuk mata
kuliah Mikrobiologi, sedangkan Laboratorium Kuliner dan Dietetik dimanfaatkan
untuk mata kuliah Teknologi Pangan dan Kuliner Dietetik.
Ibu Raisya juga menjelaskan bahwa laboratorium ini
diprioritaskan untuk mahasiswa Gizi, namun tetap terbuka bagi mahasiswa dari
prodi atau fakultas lain. “Yang utama mahasiswa Gizi, jika ada mahasiswa dari
prodi atau fakultas lain yang ingin menggunakan itu boleh. Jadi tidak hanya
mahasiswa gizi saja yang bisa
menggunakan,” jelasnya.
Dalam hal mekanisme penggunaan, dosen pengampu mata kuliah
dapat menghubungi kepala laboratorium terlebih dahulu untuk memastikan
ketersediaan jadwal. Sementara itu, mahasiswa yang ingin melakukan penelitian
dapat menghubungi langsung, kemudian akan diberikan logbook dan daftar hadir.
Laboratorium ini mampu menampung sekitar 30 hingga 40 orang dalam satu waktu,
dengan dukungan dari tiga orang teknisi yang bertugas secara bergilir.
Fakultas berharap dengan tersedianya laboratorium gizi ini,
mahasiswa semakin yakin dan percaya diri bahwa program studi S1 Gizi memiliki
kompetensi yang mumpuni dan dapat diandalkan. Hal ini diharapkan mampu
mendorong lahirnya karya-karya terbaru dan kekinian dari mahasiswa prodi S1
Gizi.
Selain itu, keberadaan laboratorium ini juga diharapkan
dapat meningkatkan income generation bagi prodi S1 Gizi dan FIKK secara
keseluruhan. Dengan fasilitas yang lengkap dan modern, laboratorium ini tidak
hanya menjadi pusat pembelajaran, tetapi juga dapat membuka peluang riset dan
kerja sama yang produktif.
Laboratorium Gizi FIKK akan menjadi pusat kegiatan
integratif yang mendukung pembelajaran berbasis praktik, riset terapan, dan
kolaborasi interdisipliner. Dilengkapi dengan peralatan yang modern dan
fasilitas pendukung, laboratorium ini akan menjadi tempat lahirnya
inovasi-inovasi gizi yang relevan dengan konteks lokal maupun global. Momentum
ini menjadi simbol semangat baru bagi FIKK dalam mencetak SDM unggul di bidang
gizi olahraga dan kesehatan masyarakat.