Makan Sehat, Jaga Ingatan: Mengenal Peran Gizi dalam Alzheimer
Makan
Sehat, Jaga Ingatan: Mengenal Peran Gizi dalam Alzheimer
Nailah
Azzahra Ramadhani S. dan Rizky Amalia
21
September 2026
Lupa
meletakkan barang, kesulitan mengingat nama seseorang, atau sesekali lupa pada
suatu hal merupakan bagian dari pengalaman sehari-hari yang bisa terjadi pada
siapa saja. Namun, jika gangguan daya ingat muncul semakin sering dan mulai
disertai kesulitan dalam berpikir, berkomunikasi, atau menjalankan aktivitas
sehari-hari, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian. Salah satu penyebabnya
adalah penyakit Alzheimer, yaitu gangguan neurodegeneratif yang menyebabkan
fungsi kognitif menurun secara bertahap dan progresif.
Menjaga
kesehatan otak menjadi semakin penting seiring bertambahnya usia. Meskipun usia
merupakan salah satu faktor risiko utama Alzheimer, kesehatan kognitif tidak
hanya dipengaruhi oleh faktor tersebut. Gaya hidup, termasuk kebiasaan makan,
juga turut berperan dalam menjaga fungsi otak. Sejumlah penelitian mengaitkan
pola makan sehat, salah satunya Mediterranean-DASH Intervention for
Neurodegenerative Delay (MIND), dengan fungsi kognitif yang lebih baik dan
risiko demensia yang lebih rendah. Meski demikian, pola makan sehat tidak dapat
dianggap sebagai cara yang secara pasti mencegah Alzheimer. Lantas, bagaimana
makanan yang dikonsumsi sehari-hari dapat berhubungan dengan kesehatan otak,
daya ingat, dan risiko Alzheimer?
Peran
Zat Gizi Spesifik dalam Menjaga Fungsi Otak
Menjawab
keterkaitan pola makan dengan fungsi kognitif, otak memerlukan perlindungan
konstan terhadap inflamasi sel dan stres oksidatif yang menjadi karakteristik
utama patologi Alzheimer. Beberapa zat gizi kunci yang berperan penting antara
lain:
●
Asam Lemak Omega-3 (DHA & EPA):
Merupakan komponen struktural membran sel otak yang berperan menjaga
plastisitas sinaps dan kelancaran transmisi sinyal saraf, sekaligus merekam
proses neuroinflammation (Thomas et al., 2022). Sumber utama dapat diperoleh
dari ikan berlemak (seperti kembung, sarden, salmon), kacang kenari, dan biji
chia.
●
Antioksidan dan Polifenol: Vitamin C,
Vitamin E, dan flavonoid melindungi neuron dari kerusakan oksidatif akibat
radikal bebas yang memicu penumpukan plak amiloid (Gómez-Pinilla & Nguyen,
2021). Kandungan ini melimpah pada buah beri, teh hijau, serta sayuran berdaun
hijau gelap.
● Vitamin B Kompleks (B6, B9/Folat, B12): Ketiga vitamin ini krusial dalam mengatur kadar homosistein dalam darah. Kadar homosistein yang terkontrol mencegah kerusakan vaskular serebral dan atrofi jaringan otak (Smith & Refsum, 2021). Sumbernya mencakup telur, kacang-kacangan, daging tanpa lemak, dan produk fermentasi.
![]() |
Penerapan
Pola Diet MIND dalam Menu Sehari-hari Diet MIND secara khusus mengombinasikan
keunggulan Diet Mediterania dan Diet DASH dengan fokus pada pangan
neuroprotektif. Langkah praktis penerapannya meliputi:
●
Konsumsi Sayuran Hijau Setiap Hari:
Mengonsumsi minimal 1 porsi sayuran hijau gelap (bayam, sawi, brokoli) per
hari, ditambah jenis sayuran lain secara rutin (Morris et al., 2022).
●
Utamakan Gandum Utuh dan
Kacang-kacangan: Menyajikan karbohidrat kompleks (beras merah, oat) serta
menyertakan kacang-kacangan sebagai camilan sehat beberapa kali seminggu.
●
Batasi Pangan Pro-inflamasi: Membatasi
asupan daging merah berlemak, mentega, keju tinggi lemak jenuh, makanan cepat
saji, serta camilan manis berlebih yang memicu stres oksidatif dan disfungsi
pembuluh darah.
Gaya
Hidup Holistik: Hidrasi dan Stimulasi Kognitif Optimalisasi fungsi otak tidak
dapat berdiri sendiri tanpa hidrasi adekuat dan stimulasi rutin. Dehidrasi
ringan terbukti menurunkan konsentrasi dan kecepatan pemrosesan informasi.
Selain itu, stimulasi otak aktif melalui membaca, latihan fisik aerobik rutin
minimal 150 menit per minggu, serta tidur berkualitas 7–8 jam per hari bekerja
secara sinergis dengan asupan gizi guna memelihara neurogenesis dan daya ingat
jangka panjang (Livingston et al., 2024).
DAFTAR
PUSTAKA
Devranis, P.,
Vassilopoulou, Ε., Tsironis, V.,
Sotiriadis, P. M., Chourdakis, M., Aivaliotis, M., & Tsolaki, M. (2023).
Mediterranean diet, ketogenic diet or MIND diet for aging populations with
cognitive decline: a systematic review. Life, 13(1), 173.
van Soest, A. P., Beers,
S., van de Rest, O., & de Groot, L. C. (2024). The Mediterranean-dietary
approaches to stop hypertension intervention for neurodegenerative delay (MIND)
diet for the aging brain: a systematic review. Advances in Nutrition, 15(3),
100184.
Gómez-Pinilla, F., & Nguyen, T. T.
(2021). Diet, exercise, and polyphenols: Synergistic interventions for
neuroprotection and cognitive longevity. Neuroscience & Biobehavioral
Reviews, 128, 622-635.
Livingston, G., Huntley, J., Liu, K.
Y., Costafreda, S. G., Selbæk, G., Alladi, S., & Mukadam, N. (2024).
Dementia prevention, intervention, and care: 2024 report of the Lancet standing
Commission. The Lancet, 404(10452), 572-628.
Morris, M. C., Barnes, L. L., Wang, Y.,
& Tangney, C. C. (2022). MIND diet components and long-term cognitive
decline in older adults: A cohort investigation. The American Journal of
Clinical Nutrition, 115(4), 1089-1098.
Smith, A. D., & Refsum, H. (2021).
Homocysteine, B vitamins, and cognitive impairment: An updated perspective on
neurodegenerative disease prevention. Journal of Alzheimer’s Disease,
84(4), 1421-1438.
Thomas, J., Thomas, C. J., Radcliffe,
J., & Itsiopoulos, C. (2022). Omega-3 fatty acids, cognitive decline, and
neuroinflammation: Mechanisms and clinical implications. Nutritional
Neuroscience, 25(8), 1667-1681.
