Peran Diet Mediterania dalam Fungsi Menjaga Kognitif dan Mencegah Alzheimer
Dinda
Pramesti Ramarasri dan Tata Pria Ananta
07
September 2025
Sumber: keslan.kemenkes.go.id
Penyakit Alzheimer (AD) adalah
gangguan neurodegeneratif progresif yang menjadi penyebab utama demensia di
dunia. Demensia ditandai dengan penurunan daya ingat, kemampuan bahasa,
pemecahan masalah, dan keterampilan kognitif lain yang mempengaruhi kemampuan
seseorang untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Penurunan ini terjadi karena
sel saraf (neuron) di bagian otak yang terlibat dalam fungsi kognitif telah
rusak atau hancur. Pada penyakit alzheimer, kerusakan dan penghancuran neuron
pada akhirnya mempengaruhi bagian otak lainnya, termasuk bagian yang
memungkinkan seseorang menjalankan fungsi dasar tubuh seperti berjalan dan
menelan.
Penelitian
menunjukkan bahwa gaya hidup, termasuk pola makan, sangat berpengaruh pada
risiko dan progresi penyakit Alzheimer. Diet Mediterania, pola makan
tradisional wilayah pesisir Laut Mediterania seperti Yunani, Italia, dan
Spanyol, menekankan konsumsi tinggi makanan berbasis tanaman, minyak zaitun
sebagai sumber lemak utama, ikan dan unggas dalam jumlah sedang, serta sangat
rendah daging merah. Makanan berbasis tanaman kaya antioksidan yang melawan
stres oksidatif dan peradangan di otak, sementara minyak zaitun mengurangi
peradangan dan menjaga kesehatan sel otak. Ikan menyediakan asam lemak omega-3
yang mendukung fungsi saraf dan memperlambat kemunduran kognitif, sedangkan
pembatasan daging merah mengurangi lemak jenuh penyebab inflamasi. Dengan
kombinasi ini, Diet Mediterania terbukti dapat menurunkan risiko Alzheimer
hingga 30-53% melalui pengurangan inflamasi, stres oksidatif, dan peningkatan
kesehatan metabolik otak.
Diet Mediterania dianjurkan
untuk penderita Alzheimer karena dapat memperlambat penurunan fungsi kognitif
dan mengurangi tanda-tanda penyakit di otak. Selain itu, diet ini juga
bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung dengan menurunkan risiko penyakit
kardiovaskular dan stroke. Waktu terbaik untuk penderita Alzheimer mulai
menerapkan diet ini adalah sesegera mungkin, terutama sejak diagnosis awal atau
saat risiko penurunan fungsi kognitif muncul. Sebaiknya diet dijalankan sebagai
perubahan gaya hidup jangka panjang agar manfaatnya optimal dalam memperlambat
kemunduran kognitif dan mengurangi peradangan otak. Konsistensi dan penerapan
rutin pola makan sehat ini perlu dukungan dari ahli gizi dan dokter agar sesuai
kondisi kesehatan individu. Memulai diet lebih awal lebih efektif untuk menjaga
fungsi otak dan meningkatkan kualitas hidup penderita Alzheimer.
Sumber: Kemendagri.go.id
Gaya hidup
sehat dapat mengurangi potensi penyakit Alzheimer, terutama bagi mereka dengan
risiko genetik tinggi. Pola hidup seperti diet yang baik, olahraga teratur,
pembatasan alkohol, dan tidak merokok terbukti menurunkan risiko demensia dan
Alzheimer. Untuk menunjang diet yang baik, kita perlu menunjang dalam pemilihan
bahan seperti produk minyak zaitun ekstra virgin sebagai sumber lemak sehat
utama. Selain itu, sayur dan buah segar juga menjadi pilihan yang tepat.
Pilihlah sayur dan buah dengan warna yang cerah dan tidak layu. Sebelum
dikonsumsi, cuci bersih sayur dan buah dan jangan terlalu lama agar vitamin
tidak hilang. Masak sayur dengan dikukus, dipanggang, atau ditumis ringan,
Konsumsi ikan lebih baik dipanggang atau dikukus. Hindari ikan yang diolah
dengan cara digoreng. Konsumsi kacang-kacangan dan biji-bijian mentah atau
sangrai ringan. Batasi garam dan hindari makanan olahan berlebih, Variasikan
makanan agar nutrisi seimbang dan mudah diserap tubuh.
Sebagai
pelengkap dari pola makan tersebut, penting juga untuk memperhatikan jumlah
porsi dari setiap kelompok bahan makanan yang dikonsumsi setiap hari. Buah
sebaiknya dikonsumsi sebanyak 3 porsi per hari, dengan ukuran ½ hingga 1 cup.
Sayuran minimal 3 porsi per hari dengan ½ cup matang atau 1 cup mentah per
porsi. Gandum utuh dan sayuran bertepung dapat dikonsumsi sebanyak 3–6 porsi
per hari (½ cup matang atau 1 slice roti per porsi). Minyak zaitun extra virgin
idealnya digunakan sebanyak 1–4 sendok makan per hari. Kacang-kacangan dan
polong-polongan sebanyak 3 porsi per minggu (½ cup per porsi), serta ikan
sebanyak 3 porsi per minggu. Untuk unggas, cukup maksimal 1 porsi per hari
(sekitar 85 gram tanpa kulit), dan produk susu rendah lemak maksimal 1 porsi
per hari (1 cup atau 45 gram keju). Telur maksimal 1 kuning per hari, dan
daging merah sebaiknya dibatasi hanya 1 porsi per minggu (sekitar 85 gram).
Dengan menjaga asupan sesuai anjuran porsi dan memilih metode pengolahan yang
tepat, pola makan sehat dapat lebih mudah diterapkan secara konsisten.
Kombinasi ini menjadi kunci untuk menjaga fungsi otak, mencegah penumpukan
lemak jahat dalam tubuh, serta mengurangi risiko penyakit kronis seperti
Alzheimer.
DAFTAR
PUSTAKA
Agustia, S., Sabrian, F., &
Woferst, R. (2014). Hubungan gaya hidup dengan fungsi kognitif pada lansia
(Doctoral dissertation, Riau University).
Ardiana, M., & Widjaja, N. A.
(2022). Panduan Pola Diet Sehat untuk Pasien dengan Gangguan Kardiovaskular.
Universitas Airlangga Repository.
Husodo,
B. (2020). Konsumsi kopi untuk mencegah penyakit alzheimer. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada.
Laily, E. I., Pratiwi, N. D.,
Agustian, A., Florida, F., & Hulu, G. (2022). PELATIHAN PERAWATAN PALIATIF
TENTANG PERAWATAN PASIEN DEMENSIA ALZHEIMER DI DESA PALUH SIBAJI. Mitra
Keperawatan dan Kebidanan Prima, 4(2).
Leli Nurmawanti, Agus Sudaryanto.
(2025). CASE REPORT: PENATALAKSANAAN HOLISTIK PENYAKIT ALZHEIMER PADA LANSIA DI
PANTI SOSIAL. Jurnal Penelitian Perawat Profesional. 7(1), (722)
Rumah Sakit
Advent Bandung. (2024, 28 Agustus). Penyakit
Alzheimer: Penelitian terkini tentang penyebab, risiko, dan pencegahan melalui
gaya hidup sehat. RS Advent Bandung. Diakses dari RS Advent Bandung: https://rsadventbandung.com/articles/penyakit-alzheimer-penelitian-terkini-tentang-penyebab-risiko-dan-pencegahan-melalui-gaya-hidup-sehat