Permainan Edukasi RANIA Dorong Remaja Putri di Mojokerto Bebas Anemia
Tim dosen Program Studi Gizi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menggelar kegiatan edukasi kesehatan bertajuk “RANIA: Remaja Bebas Anemia” di SMKS Roudlotun Nasyiin, Mojokerto, pada 31 Juli 2024. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh Satwika Arya Pratama, S.Gz., M.Sc., bersama Amalia Ruhana, SP., M.P.H; Aulia Putri Srie Wardani, S.Gz., M.Sc.; dan Desty Muzarofatus Sholikhah, SKM., M.Kes. Program ini juga melibatkan mahasiswa dan alumni gizi UNESA sebagai fasilitator lapangan.
Program RANIA bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri terhadap risiko anemia defisiensi besi, sebuah masalah kesehatan yang umum dialami remaja usia sekolah, namun sering tidak disadari. Melalui pendekatan yang menyenangkan, peserta diajak untuk mengikuti ceramah interaktif, diskusi kelompok, membaca modul, dan memainkan permainan edukatif yang dirancang khusus untuk membahas penyebab, gejala, dan pencegahan anemia.
Sebanyak 35 siswi kelas XI mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Sebelum dan sesudah permainan edukatif, dilakukan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan: nilai rata-rata pre-test yang awalnya 48,57 meningkat menjadi 61,14 pada post-test. Persentase siswi yang mencapai nilai kategori “baik” juga naik dari 28,6% menjadi 62,9%. Ini menunjukkan bahwa pendekatan melalui permainan edukatif efektif dalam membangun kesadaran dan pemahaman remaja terhadap isu gizi, khususnya anemia.
Kepala sekolah SMKS Roudlotun Nasyiin, Nasiruddin, S.Pd., menyambut positif kegiatan ini. Menurutnya, edukasi tentang anemia sangat penting mengingat siswi merupakan kelompok rentan yang kelak akan menjadi ibu dan penanggung jawab kesehatan generasi berikutnya. Ia berharap kegiatan serupa dapat berlanjut secara berkala, baik dalam bentuk edukasi maupun pendampingan gizi.
Melalui program ini, tim dosen UNESA ingin membangun budaya sadar gizi di kalangan remaja sedini mungkin, terutama dalam mencegah anemia yang dapat berdampak pada konsentrasi belajar, produktivitas, dan kesehatan jangka panjang. Permainan edukasi RANIA menjadi bukti bahwa pembelajaran tentang kesehatan tidak harus membosankan, tetapi bisa dikemas secara kreatif, menarik, dan tetap berdampak. Kegiatan ini menunjang Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) No. 3 tentang kesehatan dan kesejahteraan yang baik, No. 4 pendidikan bermutu, dan No.5 tentang kesetaraan gender.