S1 Gizi Sapu Bersih Podium NUDC FIKK 2025
Mahasiswa Program Studi S1 Gizi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kembali menorehkan prestasi gemilang dalam ajang National University Debating Championship (NUDC) FIKK 2025 yang digelar Kamis, 15 Mei 2025, di Auditorium FK lantai 9. Tiga tim dari S1 Gizi berhasil menyapu bersih seluruh posisi juara. Juara 1, 2, 3 serta penghargaan Best Speaker.
NUDC merupakan agenda tahunan nasional yang proses seleksinya dilakukan bertahap, mulai dari tingkat program studi, fakultas, universitas, hingga wilayah. Setiap prodi melakukan seleksi internal untuk memilih perwakilan terbaik yang kemudian dikirim ke tingkat fakultas. Pemenang di tingkat fakultas akan kembali diseleksi untuk mewakili universitas di tingkat wilayah, dan seterusnya. Proses ini memastikan setiap peserta mendapat pembinaan intensif di setiap tahap agar siap bersaing dan meraih prestasi maksimal di tingkat nasional.
Persiapan tim S1 Gizi tahun ini dilakukan lebih terstruktur dibanding tahun sebelumnya. Dosen pembimbing, Aulia Putri Srie Wardani, S.Gz., M.Sc., bersama para pemenang tahun lalu, melakukan pendataan mahasiswa yang berminat. Selanjutnya, dua kali latihan online digelar seminggu sebelum lomba, dipandu oleh alumni juara debat dan UKM Debat Unesa. Latihan pertama membahas pengenalan preliminary dan peran peserta, sedangkan latihan kedua fokus pada teknik membangun kasus, penyampaian argumen, dan sparing debat. Peserta juga didorong untuk latihan mandiri sebelum lomba.
Juara 1: Fathiyya Rahmania & Adinda Cita Clasica
Juara 2: Natasha Olivia Gunar & Gabriela Ivana Permatasari
Juara 3: Zuha Rafid Ulwan & Gerardine Puera Evangelista
Best Speaker: Gerardine Puera Evangelista
Kompetisi ini diikuti oleh 8 tim dari berbagai prodi di FIKK, terdiri dari PJKR (2 tim), PKO (2 tim), Gizi (3 tim), dan Manor (1 tim).
NUDC FIKK 2025 mengangkat tema “Mendukung Mahasiswa Berpikir Kritis, Gigih, dan Berkarakter Baik.” Lomba ini bertujuan meningkatkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan argumentatif mahasiswa, sekaligus mengasah kemampuan berbahasa Inggris secara lisan. Selain itu, NUDC menjadi wadah memperkuat karakter dan daya saing mahasiswa melalui debat ilmiah yang sehat.
Natasha Olivia Gunar, peraih Juara 2, membagikan pengalamannya,“Saya ikut lomba ini untuk menambah pengalaman dan skill. Ternyata, tanpa ekspektasi pun bisa menang. Yang penting, jangan takut mencoba, karena pengalaman itu sangat berharga dan bisa menambah kepercayaan diri,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya dukungan teman dan lingkungan kampus selama persiapan.
Aulia Putri Srie Wardani, S.Gz., M.Sc., dosen pembimbing, menegaskan berpesan agar para pemenang tidak pelit ilmu dan terus membina adik tingkat.
“Untuk teman-teman yang menang, jangan lupa bagikan ilmunya ke adik-adik tingkat. Saya berharap, piala-piala ini akan selalu menjadi milik Gizi, karena adanya regenerasi dan pembinaan yang terus berjalan dari kakak tingkat ke adik-adik. Walaupun mungkin saya tidak bisa memberi banyak, menularkan ilmu itu pasti bermanfaat, membuat kita lebih pintar, dan insya Allah berpahala. Jangan pelit ilmu, jangan mau menang sendiri, dan tetap bina adik-adik supaya prestasi Gizi terus berlanjut.
Untuk mahasiswa lain, jangan malu atau minder untuk mencoba. Kalau tidak pernah mencoba, kita tidak akan tahu kemampuan kita. Kalau sudah ada minat, coba saja, pendaftarannya pun gratis, ada dispensasi praktikum, dan dosen pasti mendukung prestasi kalian,” tegasnya.
Prestasi gemilang ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus mengasah kemampuan, berprestasi, dan mengharumkan nama fakultas serta universitas di berbagai ajang kompetisi mendatang. Dengan semangat regenerasi dan kolaborasi, mahasiswa S1 Gizi siap berkontribusi lebih luas demi kemajuan bangsa.