Cegah Osteoporosis Sejak Dini dengan Asupan Gizi Seimbang
Oleh: Naura Aulia Hernanda dan Tata Pria Ananta
20 Oktober 2025
Sumber
gambar : keslan.kemenkes.go.id
Osteoporosis merupakan penyakit
tulang yang ditandai dengan penurunan massa dan kepadatan tulang sehingga
tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Penyakit ini disebut “silent disease”
karena seringkali berkembang tanpa gejala yang jelas. Faktor usia, hormon, dan
gaya hidup termasuk pola makan yang kurang gizi seimbang dapat memicu
terjadinya osteoporosis. Wanita pasca menopause dan lansia merupakan kelompok
yang paling rentan karena penurunan hormon estrogen dan proses penuaan yang
mempercepat pengeroposan tulang. Oleh karena itu, penekanan terkait pentingnya
asupan gizi yang tepat untuk menjaga kesehatan tulang sejak dini sangat penting
bagi kesehatan tulang.
Hormon estrogen berperan penting
dalam menjaga kepadatan tulang. Penurunan estrogen menyebabkan berkurangnya
penyerapan kalsium yang mempercepat hilangnya massa tulang sehingga
meningkatkan risiko osteoporosis. Lansia juga mengalami penurunan massa tulang
akibat proses penuaan dan biasanya diiringi gaya hidup kurang aktif dan asupan
gizi yang tidak optimal. Faktor-faktor risiko seperti kurang olahraga, merokok,
konsumsi alkohol, dan pola makan rendah kalsium serta vitamin D semakin memperburuk
osteoporosis. Kesadaran dan pemahaman masyarakat akan pentingnya konsumsi gizi
seimbang dan gaya hidup sehat sangatlah krusial untuk mencegah osteoporosis.
Asupan zat gizi seseorang memegang
peranan utama dalam menjaga kesehatan tulang. Tulang tersusun dari mineral
seperti kalsium dan matriks protein yang membutuhkan zat gizi optimal agar
proses pembentukan dan regenerasi tulang berjalan efektif. Kekurangan kalsium
dan vitamin D memicu pengeroposan tulang dengan cepat. Asupan zat gizi lengkap
dan seimbang akan memperkuat tulang, meningkatkan kepadatan tulang, dan
mencegah osteoporosis. Pola makan yang buruk dapat mempercepat kerusakan
tulang. Oleh karena itu, pemenuhan gizi yang tepat harus menjadi prioritas
dalam pencegahan osteoporosis.
Sumber
gambar: ayosehat.kemkes.go.id
Kalsium merupakan zat gizi yang penting untuk kesehatan
tulang yang banyak ditemukan di dalam susu, produk susu seperti yoghurt, dan
keju. Vitamin D meningkatkan penyerapan kalsium dan dapat diperoleh dari
paparan sinar matahari serta makanan seperti ikan salmon dan telur. Protein
yang berperan membangun matriks tulang bisa didapatkan dari daging tanpa lemak,
kacang-kacangan, dan produk kedelai. Magnesium juga dapat membantu mineralisasi
tulang yang dapat dijumpai di dalam bayam, kacang almond, dan biji labu,
sedangkan vitamin K yang mendukung pembentukan tulang sehat bisa ditemui dalam
bentuk sayuran hijau seperti brokoli dan kale.
Selain pemenuhan gizi, gaya hidup sehat sangat berperan
dalam menjaga kesehatan tulang. Rutin berolahraga, menghindari merokok,
mengurangi konsumsi alkohol, dan menjaga berat badan ideal membantu
meningkatkan kepadatan tulang dan memperkuat otot pendukung tulang. Latihan
beban dan aktivitas ketahanan fisik terbukti meningkatkan kesehatan tulang
secara signifikan. Tidur cukup juga penting untuk mendukung regenerasi jaringan
tulang. Kombinasi pola makan bergizi dan gaya hidup aktif akan meminimalkan
risiko osteoporosis dan patah tulang yang berbahaya.
Pola makan bergizi yang seimbang sangat penting dalam
pencegahan osteoporosis sejak dini. Menghindari makanan tinggi lemak jenuh,
gula berlebih, dan makanan olahan dapat membantu menjaga kesehatan tulang
secara umum. Flare-up atau kondisi memburuknya kesehatan tulang memang tidak
persis sama seperti pada penyakit lain, namun menjaga pola makan sehat dapat
mencegah percepatan penurunan massa tulang dan risiko patah tulang. Diet rendah
garam juga disarankan terutama bagi orang dengan tekanan darah tinggi yang
berisiko osteoporosis. Pencegahan osteoporosis memerlukan pendekatan personal
dan konsisten. Konsultasi dengan tenaga kesehatan seperti ahli gizi dan dokter
akan membantu menyusun rencana nutrisi dan pola hidup yang tepat.
Pada peringatan Hari Osteoporosis Sedunia ini, mari kita
tingkatkan kesadaran akan pentingnya peran nutrisi dalam pencegahan
osteoporosis. Dukungan keluarga, komunitas, serta pemahaman masyarakat luas
terhadap gaya hidup sehat sangat membantu dalam menjaga kesehatan tulang dan
mencegah risiko osteoporosis. Dengan pola makan bergizi seimbang dan pola hidup
aktif, kita semua dapat menjalani hidup dengan tulang yang kuat dan kualitas
hidup yang lebih baik.
Daftar Pustaka
Aulianah,
D., & Agustina, N. (2021). Pengaruh Aktivitas Fisik terhadap Pencegahan
Osteoporosis
pada Lansia. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(3), 157-165.
Fitriani,
S., dan Yulianti, R. (2025). Edukasi Gizi Menggunakan Booklet: Strategi
Meningkatkan
Pengetahuan, Asupan Kalsium, dan Aktivitas Fisik pada Lansia
dalam Pencegahan
Osteoporosis.
Jurnal BIKES, 5(1), 45-54.
Holick,
M.F. (2018). Vitamin D Deficiency and
Bone Health. New England Journal of Medicine,
378(19), 1837-1847.
Kristiningrum,
D. (2024). Promosi Kesehatan dan Edukasi Pencegahan Osteoporosis. Continuing
Medical Education Journal, 2(1), 25-28.
Rodríguez-Gómez,
I., et al. (2018). Hubungan Aktivitas Fisik dengan Risiko Osteoporosis pada
Lansia. Jurnal Mitra Kesehatan, 6(2), 179-190.
Weaver,
C.M., et al. (2019). Nutritional Factors
and Bone Health: A Systematic Review. Osteoporosis
International, 30(7), 1353-1364.